<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Multi Clean Services Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.multicleanindonesia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.multicleanindonesia.com</link>
	<description>Trust, Quality, Profesional, Excellent</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2010 09:35:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Salam dari Director MultiClean Indonesia</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/salam-dari-director-multiclean-indonesia</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/salam-dari-director-multiclean-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 08:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[It’s about business. Perkembangan dan persaingan didalam dunia usaha outsourcing didalam perjalanan 5 tahun terakhir menunjukkan angka kenaikan yang sangat fantastis. Terlebih lagi setelah pemerintah secara tegas didalam UU 13 Th 2003, memberikan focus yang membedakan antara main proses dan  secondary  proses.  ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/salam-dari-director-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-346" title="salam-dari-director-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/salam-dari-director-1.jpg" alt="" width="300" height="139" /></a></p>
<p><span style="font-size: xx-large;">I</span>t’s about business. Perkembangan dan persaingan didalam dunia usaha outsourcing didalam perjalanan 5 tahun terakhir menunjukkan angka kenaikan yang sangat fantastis. Terlebih lagi setelah pemerintah secara tegas didalam UU 13 Th 2003, memberikan focus yang membedakan antara main proses dan secondary proses. Memperjelas terbukanya segmen pasar yang bisa diserap oleh pengusaha outsourcing, dan memberikan focus kepada para pengusaha untuk mengembangkan major businessnya.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">K</span>esamaan jenis atau bidang usaha outsource, memberikan banyak pilihan kepada para pemakai jasa untuk memilih perusahaan outsource yang dianggap paling sesuai untuk kebutuhan mereka. Berbicara dalam lingkup yang lebih tajam, bisnis cleaning atau kebersihan, para pemakai jasa dihadapkan dengan berbagai macam promosi dan kelebihan yang menawarkan, bersih, kesiapan peralatan, manpower yang memilki skill serta berbagai macam fasilitas yang ditawarkan.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>ultiClean JayaLestari melihat seluruh aspek diatas adalah minimum requirement yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan jasa cleaning / kebersihan. Secara umum ini belum memberikan nilai lebih dari satu upaya pelayanan yang optimal danmemanjakan bagi pemakai jasa. MultiClean JayaLestari melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari perspektif objective (key performace Indicator) perusahaan pemakai jasa. Menciptakan human need, sesuatu yang akan secara umum menjadi prakarsa para pengusaha jasa cleaning atau kebersihan. MultiClean melihat dari sudut human want, selalu mencari yang specific untuk memuaskan kebutuhan pemakai jasa.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">S</span>ecara serius untuk mewujudkan human want / organization want, MultiClean telah mendevelop organisasinya dimulai dari proses recruitment untuk beberapa jabatan strategic dalam structure dan menambah banyak knowledge serta reference, dimulai dari Safety, pengetahuan mengenai audit system (OHSAS 18000, SMK3), management mutu (ISO 9001) serta pengendalian lingkungan (ISO 14000). Serta mengembangkan cleaning development di pemakai jasa berdasarkan atas Key Performance Indicator atau objective pemakai jasa</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>emilih MultiClean artinya mendapatkan kebersihan, hal dasar yang bisa diwujudkan. Namun yang paling utama adalah hasil dari pekerjaan yang specific dengan Quality Design yang akurat. Control, Inspeksi dan audit adalah hal yang wajib dilakukan untuk menjaga konsistensi analisis.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">S</span>ebagai contoh, Lulus Audit dengan index 3 dalam proses 5S ( Seiri, Seiton, Seiso, Sheiketsu, Shitsuke ) atau biasa disebut 5R akan menjadi design cleaning method.Secara system MultiClean memiliki kemampuan mulai dari mempersiapkan manpower sampai dengan membantu membuat audit system 5S / 5R sampai dengan implementasi didalam perusahaan pemakai jasa.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>emilih Multiclean (MC) memiliki arti, pengusaha benar-benar mendapatkan nilai yang lebih dari sekedar menciptakan lantai atau toilet yang bersih, kering dan harum. Namun lebih dari itu, banyak hal yang bisa diperoleh dengan berpartner dengan Multi Clean. Setelah secara serius MultiClean merubah paradigma bisnis dengan yang baru, kepercayaan dari pemakai jasa lama serta pertumbuhan dari new project terlihat pesat memiliki perkembangan. Ini selaras dengan filosofi business kami Trust, Quality, Professional, &amp; Excellent.</p>
<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/salam-dari-director-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-350" title="salam-dari-director-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/salam-dari-director-2.jpg" alt="" width="539" height="626" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/salam-dari-director-multiclean-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siap Hadapi Tantangan, Selalu Jadi Yang Terdepan</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/siap-hadapi-tantangan-selalu-jadi-yang-terdepan</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/siap-hadapi-tantangan-selalu-jadi-yang-terdepan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 08:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi Good, adalah sikap atau usaha yang dilakukan oleh siapapun, untuk memenuhi hal bersifat standard. Apabila kita atau anda mampu untuk mewujudkannya, itu wilayah yang sebenarnya kita belum bisa dikatakan melebihi harapan. Masih memiliki potensi slip untuk jatuh diwilayah rendah, memunculkan keluhan, yang bisa berakibat, kalau kembali didiri dan karir pribadi, maka sulit bagi kita untuk mencapai]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/siap-hadapi-tantangan-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-352" title="siap-hadapi-tantangan-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/siap-hadapi-tantangan-1.jpg" alt="" width="360" height="371" /></a><span style="font-size: xx-large;">M</span>enjadi Good, adalah sikap atau usaha yang dilakukan oleh siapapun, untuk memenuhi hal bersifat standard. Apabila kita atau anda mampu untuk mewujudkannya, itu wilayah yang sebenarnya kita belum bisa dikatakan melebihi harapan. Masih memiliki potensi slip untuk jatuh diwilayah rendah, memunculkan keluhan, yang bisa berakibat, kalau kembali didiri dan karir pribadi, maka sulit bagi kita untuk mencapai</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>enjadi <strong>Good</strong>, adalah sikap atau usaha yang dilakukan oleh siapapun, untuk memenuhi hal bersifat <strong>standard</strong>. Apabila kita atau anda mampu untuk mewujudkannya, itu wilayah yang sebenarnya kita belum bisa dikatakan melebihi harapan. Masih memiliki potensi slip untuk jatuh diwilayah rendah, memunculkan keluhan, yang bisa berakibat, kalau kembali di diri dan karir pribadi, maka sulit bagi kita untuk mencapai kemajuan, sementara kalau ini terjadi pada company, maka yang paling fatal adalah memunculkan tidak diperpanjangnya kontrak atau diputusnya kontrak ditengah pelayanan.<br />
Dampak lanjutan adalah promosi gratis dari mulut ke mulut tentang kinerja buruk, dan ingat yang berbicara bukan internal, tapi customer kita. Bisa dibayangkan dampaknya.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>enjadi <strong>Great</strong>, membutuhkan sikap positif yang ditunjukan dengan melakukan upaya atau kinerja yang melibihi dari target good atau standard yang ditetapkan. Tips awal, untuk mencapai good atau great adalah dengan mengetahui atau mengenali  dulu   apa   yang  menjadi harapan. Anda Akan dicintai dengan melakumelakukan tindakan atau upaya yang melebihi harapan. Anda tentu sudah mampu menjawab dampak apa yang bisa anda raih diposisi ini. Namun ada tahapan lain yang lebih dari itu.</p>
<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/siap-hadapi-tantangan-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-354" title="siap-hadapi-tantangan-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/siap-hadapi-tantangan-2.jpg" alt="" width="536" height="177" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/siap-hadapi-tantangan-selalu-jadi-yang-terdepan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upaya tiada henti untuk jadi yang terdepan</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/upaya-tiada-henti-untuk-jadi-yang-terdepan</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/upaya-tiada-henti-untuk-jadi-yang-terdepan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 08:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Menjadikan Bandara International Juanda menjadi Airport terbersih di Indonesia bahkan mampu mengalahkan International Airport dengan design baru sekaliber Soekarno Hatta di Jakarta adalah hal luar biasa yang dicapai team MultiClean Indonesia di Juanda yang di Supervisi oleh Field Manager Syaiful Fajar dan Chief Supervisor Eko W]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>enjadikan Bandara International Juanda menjadi Airport terbersih di Indonesia bahkan mampu mengalahkan International Airport dengan design baru sekaliber Soekarno Hatta di Jakarta adalah hal luar biasa yang dicapai team MultiClean Indonesia di Juanda yang di Supervisi oleh Field Manager Syaiful Fajar dan Chief Supervisor Eko Waroto.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">T</span>ips utama yang telah dilakukan oleh kedua leader tersebut dibandara yang pertama adalah mengubah budaya kerja seluruh team disana dengan filosofi dasar Multi Clean yaitu Trust, Quality, Excellent dan Professional. Mulai dari secara disiplin melakukan appraisal atau penilaian karyawan rutin dilakukan setiap bulan. Maka dengan mudah mereka bisa mengevaluasi dengan baik dari standard yang telah ditetapkan dan melakukan pengarahan atau mengadakan training development yang dibutuhkan secara tepat.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>endengarkan keluhan dari 2 (dua) sisi yang berbeda. Yang pertama adalah dari pemakai jasa langsung, yaitu PT Angkasa Pura 1 mengenai standard-standard atau keluhan yang muncul dari penilaian mereka. Yang kedua adalah dengan mendengarkan keluhan dari pemakai bandara, atau semua pengunjung yang menggunakan seluruh fasilitas umum yang disediakan, aspek ini diperoleh dari hotline yang dipasang disetiap tempat strategis bandara, yangberisi keluhan pengunjung, mulai dari response tenaga kerja sampai dengan keluhan dari obyek kebersihan.</p>
<p><strong><span style="font-size: xx-large;">“</span></strong><em>Saya selalu disiplin untuk melakukan pendataan dari Audit yang dilakukan oleh pihak PT. Angkasa Pura 1 demikian pula dari Hotline</em>” kata Eko Waroto selaku Chief Supervior yang setiap hari bertanggung jawab di Bandara. Data tersebut akan dipelajari dan dianalisa oleh Field Manager Syaiful Fajar untuk kemudian ditetapkan target penurunan angka keluhannya. Satu upaya luar biasa. Inspeksi yang dilakukan oleh Inspektorat Bandara PT. Angkasa Pura 1  yang disiplin dilakukan setiap 2 sampai 3 hari, akan langsung ditanyakan point indexnya oleh Eko Waroto, agar langkah cepat perbaikan segera bisa dilakukan. Seluruh standard atau pemenuhan audit ini, disosialisasikan bahkan sampai ke level administrasi. Maka seluruh team memiliki persepsi kualitas yang sama. <a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-1.jpg"><img class="size-full wp-image-356 alignright" title="upaya-tiada-henti-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-1.jpg" alt="" width="327" height="138" /></a></p>
<p><span style="font-size: xx-large;">H</span>asil akhir setiap bulan selalu berada diindex kisaran diatas point 85 dan sering mencapai angka 90. Hasil ini diberikan dalam bentuk sertifikat, yang bisa dijadikan bukti dari upaya luar biasa yang telah dilakukan. Dampak lain yang diperoleh adalah perpanjangan kontrak untuk MultiClean tanpa melalui mekanisme tender yang biasanya menjadi prosedur standard. Ini tidak mungkin terjadi apabila tidak ada prestasi yang dicapai.</p>
<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-2.jpg"><img class="size-full wp-image-359 alignleft" title="upaya-tiada-henti-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-2.jpg" alt="" width="225" height="232" /></a><span style="font-size: xx-large;">M</span>enurut Syaiful Fajar, upaya yang dilakukan untuk menjawab antisipasi kedepan adalah, selalu merubah standarisasi audit dengan requirement yang lebih tinggi dari standard audit yang ditetapkan. “<em>karyawan harus selalu melakukan pekerjaan dan upaya yang berstandard lebih tinggi dari ketetapan audit</em>” cetus Field Manager yang upaya dan service excellent-nya diakui oleh banyak client.</p>
<p><strong><span style="font-size: xx-large;">“</span></strong><em>tidak berhenti untuk berubah ketingkat yang lebih tinggi memang menciptakan stress, namun saya percaya dengan pencapaiannya</em>” cetus Eko Waroto yang disambut dengan anggukan setuju penuh dukungan oleh Syaiful Fajar. “<em>Menciptakan public service dengan tingkat kunjungan tinggi, namun tetap berstandard bintang 5 adalah target kami</em>” pesan dari Syaiful Fajar. Bravo Kita tunggu yang lain.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-3.jpg"><img class="size-full wp-image-360 aligncenter" title="upaya-tiada-henti-3" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/upaya-tiada-henti-3.jpg" alt="" width="413" height="448" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/upaya-tiada-henti-untuk-jadi-yang-terdepan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lingkungan Kerja Bisa Cetuskan Asma</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/lingkungan-kerja-bisa-cetuskan-asma</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/lingkungan-kerja-bisa-cetuskan-asma#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 08:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Meski penyakit asma lebih banyak muncul di masa kanak-kanak, nyatanya penyakit peradangan di saluran napas ini juga banyak diderita orang dewasa. Salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan kerja.
Atmosfer pekerjaan yang penuh tekanan dan membuat stres bisa menggangu kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko terkena]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: xx-large;">M</span>eski penyakit asma lebih banyak muncul di masa kanak-kanak, nyatanya penyakit peradangan di saluran napas ini juga banyak diderita orang dewasa. Salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan kerja.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">A</span>tmosfer pekerjaan yang penuh tekanan dan membuat stres bisa menggangu kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko terkena asma hingga 40 persen. Para pekerja yang selalu membawa pulang masalahnya merupakan kelompok yang paling beresiko.</p>
<p><a href="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/lingkungan-kerja-bisa-1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-363" title="lingkungan-kerja-bisa-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/lingkungan-kerja-bisa-1.jpg" alt="" width="376" height="304" /></a></p>
<p><span style="font-size: xx-large;">T</span>im peneliti dari Jerman menyebutkan stres pekerjaan dan ketidakmampuan seseorang untuk bersantai setelah bekerja meningkatkan risiko asma. Kesimpulan itu dibuat berdasarkan penelitian terhadap 5000 pria dan wanita berusia 45-65 tahun.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">S</span>eluruh responden bebas asma sebelum bekerja. Namun mereka yang bekerja di lingkungan penuh tekanan mengalami peningkatkan insiden asma hingga 40 persen setelah enam tahun bekerja.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">L</span>ingkungan kerja yang bisa dianggap bisa mencetuskan asma antara lain memiliki jam kerja yang panjang, jadwal yang ketat, dan suasana kerja yang tidak nyaman. Menurut para ahli dari Mayo Clinic, beberapa partikel di ruangan kerja, seperti cat, debu kayu, zat pewarna sintentik, dan sebagainya, juga bisa memicu penyakit ini.</p>
<p><span style="font-size: xx-large;">S</span>ebelumnya sebuah penelitian menyebutkan stres akan menyebabkan tubuh melepaskan zat kimia yang memicu alergi dan menganggu tubuh melawan peradangan di saluran napas.  Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hasil temuan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-364 aligncenter" title="lingkungan-kerja-bisa-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/lingkungan-kerja-bisa-2.jpg" alt="" width="613" height="217" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/lingkungan-kerja-bisa-cetuskan-asma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>National Geographic</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/national-geographic</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/national-geographic#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[  ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="color: #0db6f1;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-293" title="national-geographic-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/national-geographic-2.jpg" alt="national-geographic-2" width="278" height="183" />Jack Sim &amp; WTO</strong></p>
<p>Buku &#8220;The Power of Unreasonable People&#8221; (John Elkington), yang berisi tentang <em>Social Entrepreneurship</em>, ada bagian yang menyebut seorang pengusaha yang bernama Jack Sim. Ia adalah orang yang memulai World Toilet Organization dan selama ini aktif dalam kegiatan membakukan aturan sanitasi.</p>
<p>Dengan menyandang 2 penghargaan prestisius dalam bidang <em>Social Entrepreneurship </em>dari <em>Schwab Foundation Social Entrepreneur</em> &amp; <em>Ashoka Global Fellow</em>, Jack Sim meluncurkan gerakan global kesadaran tentang toilet bersih yang membantu pemerintahan berbagai negara untuk membentuk kebijakan sanitasi. Salah satu kisah sukses adalah <em>World Toilet Organization</em> (WTO) yang mendampingi Pemerintah Cina dalam mengadopsi standard sanitasi toilet untuk Beijing Olimpiade 2008. Berikut adalah petikan wawancara dengan Jack, tentang latar belakang dibentuknya WTO dan bagaimana pandangannya tentang <em>Social Entrepreneurship</em>.</p>
<p><em>NG : Halo, Jack. Pertama-tama, bisakah anda memberi tahu kami beberapa hal tentang anda dan kegiatan sebelum mengurus World Toilet Organization (WTO)?</em></p>
<p><span style="font-style: normal; "><strong><span style="text-decoration: underline;">Jack Sim</span></strong> : Saya seorang pengusaha biasa saja sejak usia 25 tahun dan ketika menginjak umur 40, saya baru menyadari bahwa mengingat umur rata-rata manusia adalah sampai 80 tahun, <strong>waktu merupakan nilai tukar yang tidak ada bandingannya dalam </strong><span style="font-weight: normal; "><strong>kehidupan</strong>. Oleh sebab itu, saya perlu sungguh-sungguh menggunakan waktu saya bagi hal-hal yang lebih berarti. Uang tidak lagi menjadi hal yang menarik untuk dikejar, karena untuk melakukan hal itu saya harus menukar waktu dengan uang yang sifatnya fana. Saya merasa lebih baik waktu saya ditukar dengan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi banyak orang.</span></span></p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-295" title="national-geographic-3" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/national-geographic-3.jpg" alt="national-geographic-3" width="363" height="250" /><em>NG : Apa yang kemudian menginspirasi anda untuk memulai World Toilet Organization (WTO)?</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span> : Ketika saya sedang berpikir mencari kegiatan yang lebih berarti, suatu hari saya membaca berita koran tentang Perdana Menteri Singapore Goh Chok Tong, yang mengatakan bahwa kita harus mengukur rasa syukur dan harga diri (masyarakat Singapore) dengan mengacu kepada kebersihan toilet umum. Saya langsung merasa berita itu adalah panggilan dan kemudian membentuk <strong><em>Restroom Association of Singapore</em></strong>. Setelah beberapa saat, tanggapan publik menurut sumber berita <em>LianHe Zao Bao </em>adalah, ”<strong>Semestinya hal ini sudah dilakukan oleh seseorang sejak lama</strong>.” Masyarakat (Singapore) menyambut baik.</p>
<p>Pada tahun 1999, saya menghadiri acara <em>Asia Pacific Toilet Symposium</em> di Tokyo dan menemukan 15 negara perwakilan di sana. Waktu itu saya ingin sekali membawa acara pertemuan ini ke Singapore dan ternyata Thailand serta Vietnam juga memiliki keinginan yang sama. Setelah saya melakukan presentasi dan memberikan gambaran seandainya acara pertemuan ini diorganisir seperti jam Swiss yang tepat waktu, tanpa kemacetan lalu lintas, liputan media skala besar, manajemen yang professional, tempat belanja yang luar biasa, dan sebagainya; para delegasi dari Vietnam dan Thailand saling berpandangan, kemudian hampir berbarengan memberikan berkomentar ,”Kami tidak jadi melakukan presentasi tandingan. Mari kita semuanya berangkat ke Singapore.”</p>
<p><em><span style="font-style: normal;"> </span><span style="font-style: normal;">Masih dalam acara yang sama, berikutnya saya bertanya di mana markas pusat dunia bagi gerakan ini. Mereka menjawab tidak ada. Tuan rumah Jepang menolak dengan halus permintaan untuk memimpin karena kendala bahasa. Maka saya menawarkan diri untuk memulai World Toilet Organization di Singapore sebagai kerangka pelayanan sekaligus kantor pusat. Mereka semua setuju.</span></em></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-297" title="national-geographic-4" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/national-geographic-4.jpg" alt="national-geographic-4" width="266" height="394" /></em></span></span></strong><em><span style="font-style: normal;">Beberapa waktu kemudian, acara pertemuan peresmian tersebut menjadi </span></em><span style="font-style: normal;"><strong><em>World Toilet </em><em>Summit</em></strong></span><span style="font-style: normal;"> </span><em><span style="font-style: normal;">dan hari kelahiran </span><strong><span style="font-style: normal;">1</span></strong><strong><span style="font-style: normal;">9</span></strong></em><em><strong><span style="font-style: normal;"> </span></strong></em><strong><span style="font-style: normal;"><em>November</em></span></strong><strong><span style="font-style: normal;"> </span></strong><em><span style="font-style: normal;">ditetapkan sebagai </span></em><strong><span style="font-style: normal;"><em>World Toilet Day </em></span></strong><span style="font-style: normal;">(Hari Toilet Dunia).</span><em><span style="font-style: normal;"> Acara </span></em><span style="font-style: normal;"><em>World T</em><em>oilet Summi</em>t</span><em><span style="font-style: normal;"> yang pertama mendapat sambutan luar biasa seperti badai dengan pemberitaan global di seluruh dunia dan tiba-tiba saja kami sudah di-</span></em><span style="font-style: normal;"><em>booking</em></span><span style="font-style: normal;"><em> </em></span><em><span style="font-style: normal;">untuk tahun 2002 di Seoul (tuan rumah Walikota Suwon City /</span></em><span style="font-style: normal;"><em>Korea Clean Toilet Association</em></span><em><span style="font-style: normal;">), tahun 2003 di Taipei (tuan rumah Walikota Taipei /</span></em><span style="font-style: normal;"><em>Taiwan Toilet Association</em></span><em><span style="font-style: normal;">), tahun 2004 di Beijing (tuan rumah </span></em><span style="font-style: normal;"><em>Beijing Tourism Bureau</em></span><em><span style="font-style: normal;">). Kemudian tahun 2005 oleh Walikota Belfast /</span></em><span style="font-style: normal;"><em>British Toilet Association</em></span><em><span style="font-style: normal;">, tahun 2006 oleh Walikota Moscow /</span></em><span style="font-style: normal;"><em>Russian Toilet Association</em></span><em><span style="font-style: normal;">, tahun 2007 oleh Presiden India di New Delhi /</span></em><span style="font-style: normal;"><em>Sulabh International</em></span><em><span style="font-style: normal;">, tahun 2008 oleh </span></em><span style="font-style: normal;"><em>Macao Asian Development Bank</em></span><em><span style="font-style: normal;"> dan tahun 2009 ini di Singapore.</span></em></p>
<p><em><em><strong><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> </span></span></em></strong></em></em></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em>NG : Apakah misi dari dibentuknya WTO?</em></span></span></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><strong>Jack S</strong></span></span></span><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><strong><span style="text-decoration: underline;">im</span></strong></span></span><strong></strong><em><em><strong><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> : Kami memulai dengan gagasan sederhana tentang gerakan toilet bersih untuk meningkatkan mutu design, kebersihan dan kebiasaan masyarakat. Beberapa waktu kemudian, kami berkembang juga ke bidang kemisikinan global, toilet daerah pinggiran dan kumuh, serta sistem pembuangan; untuk menyesuaikan dengan MDG (</span></span></em></strong></em></em><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em>Millenium Development Goals</em></span></span></strong><em><em><strong><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;">).</span></span></em></strong></em></em></p>
<p><em><em><strong><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> Melalui dinamika pemberitaan media global yang luar biasa, para politisi dan masyarakat dunia mulai berbicara terbuka tentang toilet dan peran kami adalah mendobrak hal yang dianggap tabu oleh umum serta membawa isu-isu tersebut ke permukaan.</span></span></em></strong></em></em></p>
<p><em><em><strong><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> </span></span></em></em></strong></em></em><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em>NG : Bagaimana caranya WTO mendukung berbagai pemerintah di dunia untuk sanitasi yang lebih baik?</em></span></span></strong></p>
<p><em><em><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span></span></span></em></em><strong><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> : Anggota WTO tumbuh dari semula hanya 15 menjadi 200 sub-organisasi dan kamimendukung ke 200 anggota di seluruh dunia ini dengan pembagian pengetahuan, pembangunan identitas, perluasan pemberitaan  dan sumber daya yang sesuai. Kami melakukan beberapa program pengembangan di Aceh, Sri Lanka dan Cina; tapi kebanyakan kami bekerja sama dengan pihak lain untuk implementasi di lapangan. Pada saat ini, kami juga sedang bekerja sama dengan USAID di Kamboja. WTO tidak memiliki budget yang besar. Kami biasa bekerja bergandeng tangan dengan pihak lain dalam lingkup misi yang sejajar dan saling melengkapi.</span></span></em></em></strong></em></em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em></em><br />
</span></span></p>
<p><em><em><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><strong></strong></span></span></span></em></em></em></em><strong><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em><img class="alignright size-full wp-image-301" title="national-geographic-5" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/national-geographic-5.jpg" alt="national-geographic-5" width="286" height="197" />NG : Apakah ada inisiatif atau rencana yang baru bagi kemajuan organisasi saat ini?</em> </span></span></strong></strong></p>
<p><strong><strong></strong></strong><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span></span></span></em></em></em></em></em></em></em></em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"> : Sekarang ini kami melihat bahwa hanya bergantung kepada sumbangan saja tidak akan menyelesaikan masalah 2.5 miliar orang yang tidak memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Oleh sebab itu kami mulai melakukan mobilisasi berbagai pihak : para pengusaha, pemerintah, bank, lembaga swadaya, sistem dalam PBB, insan akademis; untuk masuk ke dalam pasar sanitasi yang kami perkirakan bernilai USD 1 Trilliun. Dengan motif untuk profit, maka solusi yang tercipta bisa berkelanjutan dan berumur panjang.</span></span></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p><strong><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><em>NG : Ketika WTO dilibatkan dalam standard toilet pada Olimpiade Beijing &#8217;08, apa saja tantangannya saat itu?</em></span></span></strong></strong><em><em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p><em><em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Jack Sim</span> </strong>: Sebenarnya tidak terlalu sulit juga, jika kita mendapatkan dukungan pihak yang tepat pada saat yang tepat juga. Untuk Beijing, acara Olimpiade waktu itu adalah motivator yang sangat besar, sehingga tidak masalah untuk membuat standard dan investasi perbaikan toilet-toilet umum.</span></span></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p>Di Singapore sendiri, kami melobi NEA untuk mengubah <em>Code of Practice</em>, sehingga para wanita mendapatkan kloset lebih banyak dan tidak perlu mengantri lagi bagi gedung-gedung baru sejak tahun 2005. Kami berniat menyebarkan aturan ini lebih global lagi, dengan menggalang kerja sama dengan <em>International Code Council</em> dari Amerika.</p>
<p><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><img class="alignleft size-full wp-image-302" title="word-toilet-organization-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/word-toilet-organization-1.jpg" alt="word-toilet-organization-1" width="424" height="223" />NG : WTO menjadi studi kasus yang mengukur inovasi sosial sebagai solusi masalah dunia, dalam buku ”The Power of Unreasonable People” oleh John Elkington. Menurut anda apakah seorang Social Entrepreneur memang ”orang yang tidak memiliki akal sehat”?</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Jack Sim</span></strong> : Para pencipta inovasi pada dasarnya sering dianggap sebagai pembuat onar, karena mereka memang sering memberontak dari kondisi normal dan keluar dari zona nyaman agar bisa masuk ke dalam wawasan baru. Namun yang mendorong kami agar terus maju adalah niat tulus dan maksud baik. Mungkin dinilai tidak masuk akal karena kami mencari obat bagi perbaikan celah sosial yang kelihatannya tidak mungkin dilakukan pada tahap awal.</p>
<p>Pada sisi lain, banyak pencipta inovasi yang kekurangan sumber daya dan ini juga tidak masuk akal karena entah bagaimana caranya, kami bermimpi dan juga mewujudkannya tidak peduli bagaimana situasinya. Kami ingin pihak lain bisa sukses mewujudkan apa yang kami dorong mereka lakukan.<em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
<p><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em>NG : Apa pendapat anda tentang kecenderungan Social Entrepreneurship di Singapore khususnya dan dunia pada umumnya?</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em><em><em></em></em></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span> : Sistem pendidikan di Singapore adalah <strong>meritocratic </strong>atau hadiah atas kerja keras. Belajar dengan rajin, mendapat nilai tinggi, memiliki pekerjaan yang bagus, menjadi kaya dan pensiun dengan nyaman. Walaupun sebenarnya tidak salah, namun sistem ini bersifat individu dan memiliki orientasi kepada faktor ekonomi sebagai tujuan hidup. Padahal pada hari terakhir kita hidup di dunia, tidak ada yang mengucapkan kalimat terakhir seperti ,”Saya punya uang lebih banyak daripada kamu, hahaha&#8230;” lalu mati.</p>
<p>Jadi kita memerlukan pendekatan yang lebih manusiawi dalam hidup bermasyarakat dan trend yang terjadi pada saat ini di dunia adalah <em>Social Entrepreneurship</em>. Hal yang menggembirakan, sekarang ini saya juga melihat kemunculan kaum muda dan bahkan birokrat yang memiliki semangat berbagi yang tulus. Memang masih belum banyak tapi saya terdorong oleh mereka. Ada kasih sayang dalam hati setiap orang dan kita perlu mengembangkan hal tersebut dalam skala yang lebih besar.</p>
<p><em>NG : Menurut anda, apa yang dapat kita lakukan lebih untuk mempromosikan Social Entrepreneurship, khususnya dalam konteks inovasi sosial?</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span> : Pada masa modern seperti sekarang ini, para konsumen menjadi semakin pintar dan sadar tentang tingkah laku para perusahaan. Mereka menuntut perusahaan memiliki perilaku yang lebih bertanggung jawab.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-303" title="word-toilet-organization-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/word-toilet-organization-2.jpg" alt="word-toilet-organization-2" width="285" height="79" />Walaupun saat ini masih banyak perusahaan melihat upaya <em>Corporate Social Responsibility</em> sebagai media iklan dengan biaya rendah, mereka akan cepat belajar bahwa situasi akan mendorong mereka menjadi pahlawan masyarakat yang sejati. Anda tidak bisa lagi berbicara tentang satu hal dan melakukan hal yang berbeda.</p>
<p><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em>NG : Apa 3 hal yang paling penting menurut anda, bekal yang penting dimiliki oleh seorang entrepreneur sosial ?</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span> : Saya pikir yang pertama adalah punya impian untuk dunia yang lebih baik, yang kedua adalah kemampuan memobilisasi orang untuk bertindak dan yang ketiga adalah membangun institusi yang independen bahkan dari diri sendiri.<em><em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em>NG : Terakhir, bagaimana anda menghadapi lelucon atau gurauan yang muncul setiap kali membicarakan tentang toilet, sebagai subyek pembicaraan yang dianggap tidak serius atau masih tabu ?</em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jack Sim</strong></span> : Haha.. Saya pikir normal saja, faktanya memang sampai hari ini masih banyak orang mentertawakan ketika kita mengobrol tentang toilet, apalagi mendengar bahkan toilet pun ada perkumpulan atau pertemuan. Saya ingat ketika pertama kali memulai WTO, saya bertemu dengan Senator Mechai Viravaidya, yang mendapat julukan <em>Mr.Condom</em> dari Thailand. Nasihat dia kepada saya adalah ,” <em><strong>Tertawalah kepada diri anda sendiri. Jangan terlalu serius. Ketika mereka tertawa bersama anda, mereka akan mendengarkan anda</strong></em>.” Jadi saya dengan senang hati setiap kali memperkenalkan diri saya sebagai : TOILETMAN. (AH)</p>
<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-304" title="word-toilet-organization-3" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/word-toilet-organization-3.jpg" alt="word-toilet-organization-3" width="396" height="273" />Jack Sim mendobrak hal yang dianggap tabu oleh masyarakat global, yaitu toilet dan sanitasinya; kemudian mendorong subyek tersebut ke konteks budaya yang lebih luas. Ia mendirikan <em><strong>Restroom Association of Singapore</strong></em> (RAS) pada tahun 1998 untuk membawa subyek tentang toilet ke panggung utama. Pada tahun 2001, Jack mendirikan <em><strong>World Toilet Organization</strong></em> (WTO) sebagai jaringan global dan kerangka layanan bagi berbagai asosiasi toilet, kalangan akademis, pemerintahan, agensi-agensi PBB dan masyarakat pengguna toilet; untuk saling belajar dan dengan semakin banyaknya dukungan media serta perusahaan, juga untuk mempengaruhi pemerintah dalam memperbaiki serta meningkatkan sistem sanitasi dan kesehatan publik.</span><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em><strong><em><em><strong><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><em><strong><em><em></em></em></strong></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></em></strong></em></em></strong></em></em></p>
<p><span>Hari ini, WTO adalah jaringan global yang terdiri dari 186 organisasi di 56 negara. WTO men deklarasikan 19 November sebagai <em>World Toilet Day</em> (Hari Toilet Dunia) pada tahun 2001 dan hal ini terus diperingati di seluruh dunia sebagai gerakan peningkatan toilet dan sanitasi berkelanjutan secara global. Tahun 2004, Jack Sim diberikan penghargaan <em><strong>Singapore Green Plan Award 2012</strong></em> oleh <em>Singapore&#8217;s National Environment Agency</em> (Badan Lingkungan Nasional) untuk kontribusinya bagi peningkatan lingkungan. Tahun 2005, ia mendirikan <em><strong>World Toilet College</strong></em> dengan tujuan pelatihan tingkat tinggi dalam bidang <em>Toilet Design, Maintenance, Cleanliness &amp; Ecological Sanitation Technologies</em>.</span></p>
<p><span><span>Untuk mendukung pemahamannya tentang </span>sanitasi, Jack Sim belajar di <em>Norway Univer- sity of Life Science, Stockholm EnvironmentInstitute</em> dan <em>Harvard Business School</em>. Ia memenangkan penghargaan <em><strong>Social Entrepreneur of the Year</strong></em> dari <em>Schwab Foundation of Switzerland</em> tahun 2006. Berikutnya tahun 2007, Jack menjadi salah satu anggota kunci pengurus <em><strong>Sustainable Sanitation Alliance</strong></em>, yang merupakan kerja sama berbagai lembaga seperti UN-Habitat, UNESCO, UNICEF, UNDP, PBB, Bank Dunia dan <em>World Sanitation Fund</em>. Ia juga menjadi warga Singapore pertama yang dipilih menjadi anggota <em>Ashoka Global Fellow</em>. Januari 2008, Jack Sim ditunjuk sebagai anggota konsul dari acara <em>World Economic Forum&#8217;s Global Agenda Council for Water Security</em>. Majalah TIME juga menjuluki Jack Sim sebagai Pahlawan Lingkungan tahun 2008. Ia juga menjadi pengajar tamu di <em>Illinois University, Ngee Ann Polytechnic, Lee Kuan Yew School of Public Policy</em> &amp; INSEAD. (AH)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/national-geographic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juanda International Airport, Surabaya</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/juanda-international-airport-surabaya</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/juanda-international-airport-surabaya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 09:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[          ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-309" title="juanda-international-airport-1" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-1.jpg" alt="juanda-international-airport-1" width="98" height="67" /><img class="alignright size-full wp-image-310" title="juanda-international-airport-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-2.jpg" alt="juanda-international-airport-2" width="60" height="60" />Bandara internasional merupakan pintu masuk pertama ke Indonesia, sehingga peran toilet umum di sana sangat krusial.</p>
<p>Ita Purnamasari, <em>lady rocker</em> Indone<span>I</span>sia itu kini bisa tersenyum jika bercerita tentang kebersihan toilet di Bandara Juanda, Surabaya. Sebelumnya, istri musisi Dwiki Dharmawan itu suka menutup hidungnya jika ingin mengatakan toilet di Bandara Juanda jorok dan bau pesing, namun kini dia malah mengacungkan jempolnya. &#8220;<img class="size-full wp-image-311 alignleft" title="juanda-international-airport-3" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-3.jpg" alt="juanda-international-airport-3" width="96" height="96" /><strong><em>Penanganan kebersihan toilet Bandara Juanda, Surabaya, kini hebat. Bersih dan wangi. Saya yakin, kalau kebersihannya dinilai, maka toilet Bandara Juanda bisa <span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><strong><em>jadi pemenangnya</em></strong>,&#8221; ujar Ita Purnamasari ketika di Surabaya, beberapa pekan lalu.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal;">Miss Toilet 2009, Triesna Wacik,<span>M</span>membenarkan penuturan Ita Purnamasari itu. Buktinya, dalam pengumuman hasil akhir penilaian penanganan kebersihan 19 bandara internasional di Tanah Air di Gedung Sapta Pesona; Bandara Juanda Surabaya memang terpilih menjadi jawaranya.<img class="alignright size-medium wp-image-312" title="juanda-international-airport-4" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-4-300x147.jpg" alt="juanda-international-airport-4" width="300" height="147" /> &#8220;<strong><em>Kebersihan toilet di Bandara Juanda, Surabaya, menempati peringkat pertama, score 78.54 dan mendapat penilaian bintang tiga. Itu artinya, penilaian terbaik diraih <span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><strong><em>Bandara Juanda, Surabaya</em></strong>,&#8221; ujar Triesna Wacik, yang juga Ketua Dewan Juri Kehormatan penghargaan <strong><em>Sapta <span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><strong><em>Pesona Awards 2009</em></strong>.</span></em></strong></span></em></strong></span></em></strong></p>
<p><strong><em><strong><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><strong><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal;">Istri Menbudpar Jero Wacik itu juga mengatakan, Bandara Soekarno- Hatta (Cengkareng), mendapat penghargaan peringkat ke-2, Bandara Husein Sastranegara (Bandung) meraih peringkat ke-3, dan Bandara Ngurah Rai (Bali), yang tahun sebelumnya meraih gelar terbaik, tahun ini hanya meraih peringkat ke-4. Bandara Supadio (Pontianak), tahun ini berada di peringkat ke-18.</span></em></strong></span></em></strong></em></strong></p>
<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-315" title="juanda-international-airport-61" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-61.jpg" alt="juanda-international-airport-61" width="229" height="171" />Menurut Triesna Wacik, dari kriteria bintang satu sampai bintang lima, tingkat kebersihan paling tinggi yang berhasil diraih ke-19 bandara tersebut hanya sampai bintang tiga. “<em>Tapi ini lebih baik karena yang bintang tiga ini lebih banyak dari </em></span><span><em>tahun sebelumnya. Tahun depan kami harap ada yang bintang empat. Ibaratnya wanita cantik, sayang sekali kalau toilet </em><span style="font-style: normal;"><em>bandaranya jelek</em>,” kata Triesna.</span></span></p>
<p><span><span style="font-style: normal;">Penghargaan 19 toilet bandara internasional terbersih ini dise- matkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dalam ajang<em><strong> Sapta Pesona Award 2009</strong></em> di balairung gedung Sapta Pesona Postel, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2009). Dalam sambutannya, Nuh mengaku senang dengan peningkatan kualitas kebersihan toilet umum tersebut. Meski demikian, ia tak luput memberikan kritik masukan. “<em>Bandara</em></span></span></p>
<p><span><span style="font-style: normal;"><em></em></span></span><img class="aligncenter size-full wp-image-314" title="juanda-international-airport-5" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/juanda-international-airport-5.jpg" alt="juanda-international-airport-5" width="576" height="390" /></p>
<p><strong><em><strong><em><strong><em><em></em></em></strong></em></strong></em></strong></p>
<p><strong><em><strong><em><strong><em></em></strong></em></strong></em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/juanda-international-airport-surabaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mature Workers &#8211; ADVANTAGE!</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/mature-workers-advantage</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/mature-workers-advantage#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 08:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[    ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="advantage-mature-workers-2" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/advantage-mature-workers-2.jpg" alt="advantage-mature-workers-2" width="153" height="102" /><img class="alignright size-full wp-image-318" title="advantage-mature-workers-3" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/advantage-mature-workers-3.jpg" alt="advantage-mature-workers-3" width="120" height="121" />Pemerintah Singapore meluncurkan program khusus untuk pemberdayaan tenaga kerja usia lanjut.</p>
<p>Menempati hanya sebuah pulau kecil di wilayah Asia Tenggara, Singapore sejak lama telah diperhitungkan sebagai salah satu lokasi usaha berkelas dunia dan terbaik di Asia. Setelah mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1963, Singapore telah behasil membangun ekonomi modern yang memiliki fokus pada pengembangan industri, pendidikan dan perencanaan lahan. Pada tahun 2009 ini Singapore adalah negara peringkat ke-5 dunia untuk kategori GDP (<em>Gross <span style="font-style: normal;"><em>Domestic Product</em>) per kapita. Dengan komposisi tenaga kerja yang begitu beragam, kemampuan perencanaan strategis yang luar biasa, investasi pada sektor pendukung yang tepat dan kedewasaan lingkungan politik; Singapore meraih penilaian sebagai negara yang paling kondusif bagi perkembangan ekonomi di dunia.</span></em></p>
<p><em></em></p>
<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-320" title="advantage-mature-workers-5" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/advantage-mature-workers-5.jpg" alt="advantage-mature-workers-5" width="201" height="57" />Bersama dengan Hongkong, Korea </span>Selatan dan Taiwan; Singapore adalah salah satu dari 4 Macan Asia dan saat ini merupakan cerminan ekonomi pasar yang sangat maju. Industri yang paling besar adalah sektor manufaktur, diikuti dengan elektronik, penyulingan minyak, kimia, teknologi <em>biomedical <span style="font-style: normal; ">dan <em>mechanical engineering</em>.</span></em></p>
<p>Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Singapore menghadapi tantangan yang serius dalam bidang tenaga kerja. Sebagai salah satu negara yang juga mengalami peningkatan penduduk usia tua, Pemerintah Singapore merasa sudah saatnya dilakukan perencanaan khusus untuk mendukung sistem pemberdayaan tenaga kerja yang berumur. Untuk menjawab tantangan tersebut, <em><em>Tripartite Committee on Employability of Older Workers (Tricom) <span style="font-style: normal; ">bekerja sama dengan <em>Singapore <span style="font-style: normal; "><em>Workforce Development Agency (WDA)</em>, meluncurkan program bernama <strong><em>ADVANTAGE! </em></strong>Dalam uji coba implementasi periode Oktober 2005 - Januari 2006, program ini menekankan pada peningkatan nilai dari para pekerja berumur dan berpengalaman, serta menyediakan insentif bagi para perusahaan yang mempekerjakan karyawan di atas umur 40 tahun atau merekrut kembali karyawan di atas umur 62 tahun.</span></em></span></em></em></p>
<p><em><em></em></em></p>
<p><span>Hasilnya ternyata jauh lebih baik </span>daripada yang diperkirakan dan program tersebut segera diberlakukan efektif setelah masa uji coba dan tetap berjalan sampai dengan tahun 2010. Skema program<em><em><em> </em></em></em><em><em><em><strong><em>ADVANTAGE! <span style="font-style: normal; font-weight: normal; ">menyediakan insentif finansial bagi para perusahaan yang terdaftar di Singapore dan juga termasuk bantuan advis <em>job redesign</em>, <em>automation </em>serta restrukturisasi gaji; untuk mempromosikan kegiatan merekrut, mempekerjakan kembali dan mempertahankan tenaga kerja berumur. </span></em></strong></em></em></em></p>
<p><em><em><em><strong><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal; ">Menurut <em>Singapore Ministry of Manpower</em><em> </em>(www.mom.gov.sg), para perusahaan berhak mendapatkan pendanaan untuk melakukan kegiatan pada bidang berikut : </span></em></strong></em></em></em></p>
<p><em><em><em><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal; "><strong>I. </strong></span></em><strong><em><span style="font-style: normal; font-weight: normal; "><strong>LINGKUP KERJA</strong></span></em></strong></em></em></em></p>
<p><span><img class="alignright size-full wp-image-319" title="advantage-mature-workers-4" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/advantage-mature-workers-4.jpg" alt="advantage-mature-workers-4" width="507" height="266" /></span>Perusahaan merencanakan ulang lingkup kerja yang disesuaikan bagi karyawan berusia lebih dari 40 tahun atau mempekerjakan kembali karyawan berusia lebih dari 62 tahun. Beberapa contoh misalnya termasuk <em><em><em><em>job <em>sharing </em></em></em></em></em>atau menugaskan para karyawan berumur untuk menjadi <em>mentor<em><em><em><em> </em></em></em></em></em>(guru pendamping) bagi karyawan yang lebih muda, sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan menimba pengalaman.<em><em><em><em></em></em></em></em></p>
<p><strong>II. </strong><strong>PROSES KERJA</strong><em><em><em><strong></strong></em></em></em></p>
<p>Perusahaan merencanakan ulang jenis pekerjaan agar lebih mudah diakses bagi karyawan berumur. Misalnya dengan mengubah area kerja agar mobilitas lebih nyaman bagi orang tua, teknis pekerjaan diatur supaya mengurangi tuntutan fisik, penyederhanaan proses kerja, pengaturan waktu yang lebih fleksibel, bahkan bisa juga termasuk pengaturan kerja dengan basis telekomunikasi atau tanpa perlu kehadiran fisik.<em><em><em><em></em><strong><em></em></strong></em></em></em></p>
<p><strong>III. </strong><strong>INTEGRASI PROGRAM KERJA</strong><em><em><em><strong></strong></em></em></em></p>
<p>Pada kategori ini, perusahaan secara sengaja mengembangkan program kerja khusus untuk menyatukan para karyawan berumur ke dalam sistem yang sudah berjalan. Hal ini memang tergantung pada bidang usaha apa yang dijalankan, karena tindak lanjut program ini bisa termasuk manajemen perubahan<em><em><em> (<em>change management</em>)</em></em></em>, penyesuaian budaya kerja <em><em><em>(<em>workplace <em>culturalisation</em>)</em></em></em></em> atau pelatihan khusus.<em><em><em><em></em></em></em></em></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal; "><img class="alignleft size-full wp-image-321" title="advantage-mature-workers-6" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/advantage-mature-workers-6.jpg" alt="advantage-mature-workers-6" width="408" height="325" /></span></strong><strong>IV. </strong><strong>RESTRUKTURISASI PENDAPATAN</strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal; ">Perusahaan melakukan penataan <span>P</span>ulang sistem gaji untuk memastikan para karyawan berumur menerima pendapatan sesuai dengan produktivitas dan hasil kerja yang diberikan, bukan berdasarkan urutan senioritas. Tergantung bagaimana kasusnya, reformasi gaji tersebut diwajibkan untuk bisa mendukung kegiatan menerima karyawan baru berusia lebih dari 40 tahun dan/atau mempekerjakan kembali karyawan berusia lebih dari 62 tahun. </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal; ">Skema program</span></strong><em><em><em><strong><span style="font-weight: normal; "> <strong><em>ADVANTAGE! <span style="font-style: normal; font-weight: normal; ">akan tetap diberlakukan hingga tahun 2010, untuk kemudian dilakukan evaluasi kembali kemungkinan perpanjangan. Sejauh ini program tersebut berjalan dengan rapi, karena dukungan perencanaan yang baik dan strategi cerdik untuk meningkatkan nilai serta daya tawar tenaga kerja berumur. (<em>FC</em>)</span></em></strong></span></strong></em></em></em></p>
<p><em><em><em></em></em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/mature-workers-advantage/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Tahan Perubahan Iklim</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/ayo-tahan-perubahan-iklim</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/ayo-tahan-perubahan-iklim#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[              ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersamaan kian panasnya bumi, pergeseran curah hujan dan peristiwa ekstrem seperti kekeringan, banjir dan kebakaran hutan menjadi sering terjadi. Jutaan penduduk di daerah pantai yang padat dan negara pulau akan kehilangan tempat tinggal bersamaan dengan naiknya permukaan laut.</p>
<p>Penduduk miskin dunia akan menanggung dampak terburuk perubahan iklim global. Di Afrika, Asia, dan benua lain, penduduk miskin menghadapi kemungkinan gagal panen, penurunan produktivitas pertanian, serta peningkatan kelaparan, malnutrisi, dan penyakit. Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium dan memastikan masa depan lebih aman dan lestari setelah 2015 akan kian sulit.</p>
<p>Bagi penduduk dunia berkembang bahkan saat mereka berusaha mengatasi kemiskinan dan memajukan pertumbuhan ekonomi; perubahan iklim memperparah kerentanan, menghapus keberhasilan, dan melemahkan prospek pembangunan. Pada saat yang sama, mereka mengkhawatirkan keterbatasan permintaan bantuan kritis untuk mengembangkan perekonomian, memperluas peluang, dan mengambangkan energi atau aturan baru yang dapat menghambat banyak kebutuhan, dari infrastruktur sampai kewirausahaan.</p>
<p><span>Perubahan iklim merupakan </span>tantangan paling kompleks abad ini. Tidak ada negara yang kebal. Tidak satu pun negara dapat mengatasi sendiri dan saling terkait akibat perubahan iklim, yang mencakup keputusan politik kontroversial, perubahan teknologi yang menakutkan, dan konsekuensi global yang luas.</p>
<p><span><strong>Dunia yang &#8220;tahan perubahan </strong></span><strong>iklim” dapat dicapai. Namun, seperti dinyatakan dalam World Development Report terbaru Bank Dunia, transformasi ini mewajibkan kita untuk segera bertindak, bersama dan berbeda.</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Kini kita harus bertindak karena <span style="font-weight: 800; ">tindakan kita hari ini menentukan iklim dan pilihan yang akan <strong>membentuk masa depan</strong>. Kini kita <strong>mengeluarkan gas rumah kaca yang menjebak panas dalam atmosfer selama beberapa dasawarsa atau berabadabad. Kita membangun pembangkit listrik, bendungan, rumah, sistem transportasi, dan kota yang mungkin bertahan lima tahun atau lebih. Teknologi inovatif dan varietas panenan yang diuji coba dapat membentuk sumber energi dan pangan guna memenuhi kebutuhan lebih dari 3 miliar penduduk pada 2050. </strong></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: 800; "><strong></strong></span></strong></p>
<p><strong><span>Bersama kita bertindak sebab </span>perubahan iklim merupakan krisis bersama. Perubahan iklim harus diselesaikan dengan kerja sama antar negara di tingkat global dalam meningkatkan efisiensi energi, mengembangkan dan menerapkan teknologi bersih, memperluas tempat penyimpanan karbon alami, menambah tanaman dengan menyerap gas.</strong></p>
<p><span><strong>Kita harus melindungi kehidupan </strong></span><strong>manusia dan sumber daya ekologi. Negara maju menghasil-kan emisi paling banyak pada masa lalu dan memiliki emisi per kapita yang tinggi. Negara maju harus memimpin mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, merangsang alternatif penelitian yang ramah lingkungan. Namun, sebagian besar emisi masa depan dunia akan dihasilkan di dunia berkembang. Negara berkembang akan memerlukan dana dan transfer teknologi yang mencukupi agar dapat melaju di jalur rendah karbon.</strong></p>
<p><strong>Kita harus bertindak secara berbeda karena tak dapat membuat rencana untuk masa depan berdasar iklim masa lalu. Kebutuhan iklim masa depan akan memerlukan pembangunan infrastruktur yang dapat menahan kondisi baru dan mendukung jumlah penduduk yang lebih besar; menggunakan lahan dan sumber daya air yang terbatas guna memasok pangan yang mencukupi, dan biomassa untuk bahan bakar sekaligus melindungi ekosistem; dan mengatur ulang sistem energi dunia.</strong></p>
<p><span><strong>Hal itu memerlukan adaptasi yang </strong></span><strong>didasarkan informasi baru pola suhu, curah hujan, dan spesies. Perubahan besar ini memerlukan pembiayaan untuk adaptasi dan mitigasi, penelitian diintensifkan secara strategis guna meningkatkan pendekatan yang menjanjikan dan mengeksplorasi gagasan baru.</strong></p>
<p><span><strong>Pada tahap ini negara-negara yang </strong></span><strong>berbeda belum mengurangi emisi atau membiayai negara berkembang secara memadai. Kita memerlukan momentum baru. Gejolak ekonomi global saat ini tidak boleh menahan kita, tetapi memberi peluang untuk pemikiran baru. Dana stimulus ”ramah lingkungan” di banyak negara dapat memulai inovasi yang diperlukan guna mengatasi perubahan iklim. Pencapaian kesepakatan mengatasi perubahan iklim di Kopenhagen, Desember 2009, merupakan hal penting untuk mengintegrasikan kebutuhan pembangunan dengan tindakan mengatasi perubahan iklim.</strong></p>
<p><strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/ayo-tahan-perubahan-iklim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zero Carbon Eco Home</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/zero-carbon-eco-home</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/zero-carbon-eco-home#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Panel surya menghangatkan pemanas di bawah permukaan lantai. Lima puluh meter persegi sel surya menghasilkan listrik. Jendela yang dikendalikan oleh komputer secara otomatis mengatur suhu dalam ruangan. Mimpi manusia untuk hidup tanpa menghasilkan karbon sedang diwujudkan di Denmark, dengan kehadiran Rumah Aktif pertama di dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/zero-1.jpg" alt="" width="385" height="75" />Mimpi manusia untuk hidup tanpa menghasilkan karbon sedang diwujudkan di <strong>Denmark</strong>. <em>Andrew Purcell</em> berkunjung ke Rumah Aktif pertama di dunia, dan menceritakan kembali kepada kita semua.</p>
<p>Panel surya menghangatkan pemanas di bawah permukaan lantai. Lima puluh meter persegi sel surya menghasilkan listrik. Jendela yang dikendalikan oleh komputer secara otomatis mengatur suhu dalam ruangan.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/zero-3.jpg" alt="" />Ini adalah tempat terakhir di dunia yang anda harapkan untuk menemui rumah masa depan bertenaga surya.<strong><em> Lystrup</em></strong>, sebuah area pinggiran di kota kota nomor dua <em>Denmark</em>,<em> Aarhus</em> ; memiliki nuansa kelabu mulai dari jalan sampai ke langit. Sinar matahari, yang selalu tersembunyi di balik barisan awan dan jarang terlihat selama saya bertamu di sana, rasanya bahkan tidak meyakinkan mampu menjalankan kalkulator saku, apalagi memenuhi kebutuhan energi satu keluarga dengan empat anggota. Namun di sini lah mimpi dan cita-cita manusia untuk hidup dengan tanpa menghasilkan karbon (<strong><em>zero carbon living</em></strong>) sedang diwujudkan.</p>
<p>Mari kita amati Rumah AKTIF pertama yang ada di dunia, sejak 21 Mei 2009. Atap rumah yang menghadap ke selatan ditutup secara menyeluruh dengan panel dan sel surya, di mana kombinasi dua material tersebut telah diperhitungkan agar mampu menghasilkan energi cukup untuk menghangatkan penghuni rumah dan menjalankan beberapa peralatan. Jika perhitungan tersebut kurang lebih tepat, maka dalam kurun waktu 30 tahun; kelebihan energi yang dihasilkan rumah ini yang dialirkan ke jaringan listrik negara, akan impas dengan energi yang dibutuhkan untuk membangun satu rumah tersebut. Hal ini berarti meniadakan jejak pemakaian sumber daya alam, atau menghilangkan beban kepada bumi itu sendiri.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/zero-4.jpg" alt="" width="388" height="216" />RumahAKTIF ini memiliki persepsi lebih nyaman dan lebih ramah jika dibandingkan dengan Rumah Pasif, yang selama sepuluh tahun terakhir ini telah menjadi standard atau acuan konsep hidup berkelanjutan (<em>sustainable living</em> ) di Eropa. Rumah-rumah Pasif, yang sangat populer di Skandinavia, Jerman dan Austria; sangat bergantung kepada teknik insulasi yang efektif, plus pertukaran panas dengan udara segar pada musim dingin. Rumah Pasif sejati tidak memiliki sistem pemanas, karena secara teori, memang tidak dibutuhkan jika sistem insulasi (pembungkus rumahnya) sudah cukup baik. Namun dalam prakteknya, para pengguna Rumah Pasif banyak yang memasang peralatan <em>back-up</em> tambahan, untuk berjaga-jaga terhadap dingin yang tak tertahankan, tak peduli seberapa ramah lingkungannya mereka.</p>
<p><em>Rikke Lildholdt</em>, manajer proyek Rumah AKTIF, mengajak saya melihat-lihat. “Banyak orang berpandangan, bahwa ramah lingkungan itu kesannya rumit, seperti harus menanam sayur atau semacamnya,” katanya. “Padahal salah satu wujudnya bisa berupa tinggal dan menetap di sebuah rumah yang mampu menghasilkan energi hijau lebih banyak daripada yang digunakan.&#8221;</p>
<p>Berbeda dengan Rumah Pasif, yang biasanya dirancang hanya terbuka di sisi selatan, Rumah AKTIF memiliki jendela kaca yang besar pada seluruh sisi. Bahkan pada hari yang mendung dan kelabu, suasana dalam ruangan di luar dugaan cukup terang. Memang 3 lapisan kaca jendela tidak mampu menandingi kehandalan dinding pembungkus pada Rumah Pasif untuk efisiensi panas, namun pada sisi lain diimbangi pula dengan tidak diperlukannya penerangan lampu terlalu banyak pada RumahAKTIF.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/zero-5.jpg" alt="" width="374" height="222" />Panel surya menjaga aliran air panas untuk radiator di bawah permukaan lantai, tapi ketika sinar matahari tidak terlalu cerah, sebuah pompa listrik bekerja menjalankan fungsi tersebut. Untuk delapan bulan dalam setahun, sel surya Rumah AKTIF yang memproduksi kelebihan energi dijual kepada jaringan listrik negara. Ketika musim dingin, kebalikannya rumah membeli listrik kembali dari negara yang juga menggunakan sistem energi tanpa minyak bumi.</p>
<p>Suhu ruangan dalam Rumah AKTIF dikendalikan oleh sebuah “komputer” mini, yang terhubung dengan <em>thermostat</em>, yang membuka dan menutup jendela untuk menyesuaikan temperatur, musim dan waktu siang malam. <em>Lildholdt </em>menjelaskan bahwa juga ada sistem manual. ”Jika penghuni rumah membuka jendela misalnya, dalam waktu kira-kira satu jam kemudian jendela akan menutup sedikit,” katanya.</p>
<p>Rumah AKTIF tersebut juga dilengkapi dengan dua televisi layar datar dan sebuah mesin cuci, namun tidak ada mesin pengering, dengan tujuan untuk memenuhi target konsumsi energi 4,000 KWh per tahun sedikit di bawah angka rata-rata pemakaian rumah tangga Denmark.</p>
<p><em><img class="alignleft" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/zero-6.jpg" alt="" />Lildholdt </em>agak sungkan memberikan gambaran berapa perkiraan biaya untuk membangun sebuah Rumah AKTIF, yang akhirnya menyebut angka kurang lebih sekitar £500,000. “Memang sekarang ini cukup mahal, namun jika dikomersialkan secara massal pada masa mendatang, harganya tidak akan lebih mahal dari rumah biasa dengan tiga kamar tidur,” jelasnya. “Kami berharap proyek Rumah AKTIF ini dapat menjadi standard seperti apa rumah masa depan nanti. Lagipula kami sebetulnya tidak membangun sebuah rumah, melainkan sebuah ide.”</p>
<p>Kalau rumah semacam ini bisa berfungsi di bawah langit mendung seperti <em>Aarhus</em>, tentunya bisa lebih hebat lagi jika dibangun di tempat dengan sinar matahari yang lebih cerah. Anda setuju? (AP)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/zero-carbon-eco-home/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daisuke Nakanishi</title>
		<link>http://www.multicleanindonesia.com/daisuke-nakanishi</link>
		<comments>http://www.multicleanindonesia.com/daisuke-nakanishi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 06:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.multicleanindonesia.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[It was my dream to travel around the world and make many more friends. To see other parts of the world, to meet people in person and to experience the world. Most people whom I meet is that they too, want World Peace. I figure that my contribution will be to make 1 million friends.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-5.jpg" alt="" width="154" height="116" /><img class="alignright" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-3.jpg" alt="" width="212" height="66" />Tubuhnya langsing dan liat dengan warna kulit lebih gelap dibandingkan umumnya orang Asia Timur. Topi tak pernah lepas dari kepala, melindungi wajahnya yang mulai dimakan usia dari terpaan sinar matahari. Namun, ciri paling jelas untuk mengenalinya, adalah setengah lusin tas yang bertumpuk dan terikat bergelantungan di sepedanya.</p>
<p>Berbekal sepeda itu, Daisuke mewujudkan impiannya mengelilingi dunia. Sejak meninggalkan Osaka, 23 Juli 1998, Daisuke mengayuh sepedanya melewati pegunungan bersalju dan gurun tandus, melintasi batas negara dan benua. Tak hanya sekali, sarjana ekonomi lulusan Universitas Osaka ini telah dua kali mengelilingi bumi.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-1.jpg" alt="" width="156" height="104" />Indonesia adalah negara ke-125 yang disinggahi Daisuke. Saat mendarat di Jakarta, Jumat (24/4), setelah menempuh perjalanan laut selama 27 jam dari Batam, alat pengukur jarak di sepedanya menunjukkan angka 144.165 kilometer. Sejauh itu pula dia mengayuh sepedanya selama hampir 11 (sebelas) tahun.</p>
<p>Buat sebagian orang, yang dilakukan Daisuke adalah ulah orang kurang kerjaan yang mencari sensasi. Tetapi, Daisuke punya alasan sendiri menjalani pilihan hidup yang tidak biasa ini. &#8220;<em>Saya suka naik sepeda. Saya senang bertemu orang dan mengenal kebudayaan mereka. Saya bermimpi untuk memiliki satu juta teman di seluruh dunia. Itulah yang saya jalani sampai sekarang</em>,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-2.jpg" alt="" width="255" height="381" />Misi Daisuke pun sederhana, yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya. Untuk mewujudkan itu, tak jarang dia harus berhadapan dengan situasi sulit yang mengancam jiwanya.</p>
<p>Di <em>Kenya</em>, misalnya, Daisuke terserang penyakit malaria. Beruntung, saat dia terbaring sendirian, pertolongan medis datang tepat waktu. Pada lain kesempatan, di dataran tinggi <em>Patagonia</em>, Amerika Selatan, Daisuke harus bertahan menghadapi embusan angin dingin yang membekukan.</p>
<p>Namun, pengalaman yang paling menakutkan dialaminya adalah saat berkemah di tengah padang gurun di Namibia. Dua <em>hyena</em> berkeliaran di luar tendanya dan baru menyingkir sekitar dua jam kemudian. &#8220;<em>Penduduk setempat bercerita, hyena bisa membunuh manusia. Saya takut setengah mati dan hanya bisa duduk terpaku. Senjata saya hanya sebilah pisau kecil yang biasa dipakai untuk memasak. Malam itu saya tak bisa tidur</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Beberapa kali Daisuke juga kehilangan miliknya karena dicuri orang, termasuk kehilangan sandal di kapal dalam pelayaran menuju Jakarta. ” <em>Someone stole my sandals on the boat</em>,” tulisnya dalam situs <span style="text-decoration: underline;"><strong>www.daisukebike.be</strong></span></p>
<p>Semua pengalaman unik itu berawal dari kesukaan Daisuke pada sepeda. Lahir di<em> Kawanishi</em>, kota kecil dekat Osaka, 6 Maret 1970, Daisuke belajar naik sepeda pada usia 10 tahun. Didorong sang ayah, Ikuo Nakanishi; Daisuke mulai bersepeda bersama kakak laki-lakinya hingga <em>Kyoto</em> atau <em>Nara</em>. Kegemaran ini berlanjut pada masa kuliah. Dia bergabung pada klub sepeda di universitas dan kerap berkeliling Jepang. Tahun 1990, Daisuke untuk pertama kali bersepeda di luar negeri, dari <em>Los Angeles </em> ke <em>NewYork</em>,AS, selama 48 hari.</p>
<p>Dalam perjalanan itu, panas terik di tengah Gurun<em> Mojave </em>membuat Daisuke kelelahan dan kehilangan kesadaran. Beruntung, seorang pria yang hanya dikenalnya sebagai <em>Mr.Don </em>melintas dan memberinya minum. Keramahan orang-orang yang ditemuinya di jalan membuat Daisuke ketagihan. Dia pun membuat empat ekspedisi lain mengunjungi 19 negara dan memancang targetnya mengelilingi dunia.</p>
<p>Selepas kuliah tahun 1992, Daisuke bekerja di perusahaan konstruksi selama enam tahun. Setelah berhasil mengumpulkan 50.000 <em>dollar</em> AS dan memesan sebuah sepeda <em>touring</em>, dia meninggalkan Jepang menuju <em>Anchorage</em>, Alaska, untuk memulai perjalanan. Dari Alaska, Daisuke bersepeda ke selatan hingga Peru, kemudian terbang ke Swedia untuk berkeliling Eropa Barat. Dia melanjutkan perjalanan sampai Afrika Selatan, lalu terbang ke Thailand, Australia, dan Selandia Baru, sebelum kembali keAmerika Selatan.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-6.jpg" alt="" />Kali ini Daisuke menetap cukup lama dan mengeksplorasi Amerika Selatan selama empat tahun sehingga membuat dia fasih berbahasa Spanyol. Dari sini dia kembali ke pantai timurAS, disusul Eropa Timur, Afrika Utara, Timur Tengah, India, danAsia Tenggara. Daisuke mengaku bukan perencana yang baik, tetapi selalu menyusun rencana untuk perjalanannya. Rencana perjalanan disusun bermodalkan peta, masukan dari sesama pengeliling dunia, atau warga setempat.</p>
<p>Misi yang sederhana membuat Daisuke tak terlalu berambisi bertemu para pejabat dan orang penting dalam perjalanannya. Namun, dengan bantuan para sahabat baru yang ditemuinya di jalan, dia bisa bertemu sejumlah tokoh, seperti pendaki pertama Everest, <em>Sir Edmund Hillary </em>di Selandia Baru, legenda sepak bola <em>Pele </em>di Brasil, mantan PresidenAS<em> Jimmy Carter</em>, pelari marathon ternama <em>Haile Gebrselassie</em> di Etiopia, dan mantan Presiden Polandia<em> LechWalesa</em>.</p>
<p>Pilihan Daisuke untuk mengelilingi dunia dengan sepeda bukannya tak mendapat tantangan keluarga. Meski mendukung kegemaran anaknya bersepeda, Ikuo kerap meminta Daisuke pulang dan menetap di Jepang. &#8220;<em>Ayah bekerja 40 tahun di perusahaan yang sama, jadi mengelilingi dunia dengan sepeda dianggapnya terlalu berisiko. Saya memang tak punya rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tetapi inilah impian saya dan saya bisa mewujudkannya. Ini cara saya menjalani hidup. Akhirnya, dia bisa juga menerima</em>,” ujar Daisuke.</p>
<p>Dengan kerja keras dan pengorbanan, Daisuke mampu mewujudkan mimpinya. ”<strong><em>Saya kasihan pada orang yang hanya sekadar menjalani hidup dan tak punya mimpi. Hidup hanya satu kali dan itu harus dimanfaatkan dengan baik</em></strong>,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, selalu ada akhir untuk semuanya. Setelah bersepeda menuju Yogyakarta dan Bali, Daisuke berencana mengunjungi beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Filipina, Myanmar, dan Laos sebelum mengakhiri perjalanannya tahun ini. ”<em>Bekal saya sudah menipis. Lagi pula, akhir tahun ini ada peringatan 30 tahun Kelompok Petualang Bersepeda Jepang dan mereka meminta saya hadir</em>,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: center;">Setelah impiannya terwujud, apa rencana Daisuke berikutnya? ”<em>Saya belum tahu. Mungkin menulis buku tentang perjalanan ini atau membuat pameran foto yang saya kumpulkan. Tetapi yang pasti saya harus mencari kerja. Setelah itu, mungkin membuat mimpi yang baru</em>,” ujarnya. <em>(Kompas.com)<img class="aligncenter" src="http://www.multicleanindonesia.com/wp-content/uploads/daisuke-7.jpg" alt="" width="641" height="167" /></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.multicleanindonesia.com/daisuke-nakanishi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

