Corporate Culture


antonius.gif

development

ANTONIUS PANGESTU
antonius@multicleanindonesia.com

Banyak orang dalam setiap lingkup dunia kerja berbicara tentang budaya perusahaan atau organisasi (corporate / organizational culture), sebuah istilah misterius yang memberikan karakter terhadap suatu lingkungan kerja.

Budaya adalah suasana yang selalu mengelilingi anda dalam pekerjaan setiap waktu. Budaya adalah elemen yang sangat mempengaruhi kenyamanan kerja, hubungan dalam bekerja dan proses pekerjaan itu sendiri. Namun, budaya juga adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, kecuali melalui perwujudan fisik pada tempat kerja anda.

Para pakar menajemen yakin bahwa budaya dibangun berdasarkan dari nilai-nilai, kepercayaan, asumsi dasar, tingkah laku dan kebiasaan; yang dialami bersama oleh sekelompok orang.

Dalam suatu organisasi, budaya biasanya dipengaruhi sedikit banyak oleh pendiri, para pemimpin dan level manajemen; terutama karena peranan dominan mereka dalam hal pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan organisasi. Oleh sebab itu, budaya sebuah organisasi atau perusahaan dengan sendirinya terwakili dalam bentuk cara komunikasi bahasa, pembuatan keputusan, simbol-simbol, cerita atau sejarah dan tentunya praktek kerja sehari-hari.

Hal-hal yang sepele misalnya seperti benda apa yang terpilih untuk menghias meja kerja, menyampaikan pesan yang jelas tentang bagaimana cara karyawan menghargai dan berpartisipasi dalam budaya perusahaan anda. Isi papan informasi, newsletter perusahaan, bahkan interaksi karyawan dalam setiap rapat dan bagaimana cara mereka bergaul; merupakan cerminan dari budaya perusahaan anda.

BEBERAPA KONSEP BUDAYA
Professor Ken Thompson (DePaul University) dan Fred Luthans (University of Nebraska) memberikan padangan tentang 7 karakteristik kebudayaan .

I. BUDAYA = KEBIASAAN
Budaya adalah sebuah istilah untuk menggambarkan pola-pola kebiasaan yang mewakili bagaimana umumnya norma-norma dijalankan dalam lingkungan (perusahaan) anda. Dalam pengertian ini, budaya tidak dikategorikan baik atau buruk, walaupun aspek kebiasaan itu sendiri bisa saja mendukung kemajuan atau kebalikannya malah menghambat kinerja.

Sebagai contoh, norma kerja yang mengutamakan kebiasaan selalu berani bertanggung jawab, akan membantu organisasi anda lebih dipercaya. Atau norma kerja yang memacu pelayanan konsumen secara agresif akan secara otomatis “memaksa” keterlibatan karyawan dan sekaligus mendukung hasil penjualan. Namun di sisi lain, memberikan toleransi terhadap performa kerja yang buruk atau sikap pembiaran atas perilaku tidak disiplin, dengan sendirinya akan menghambat jalannya organisasi.

II. BUDAYA DAPAT DIPELAJARI
Orang-orang yang belajar untuk melakukan pola kebiasaan tertentu, bisa melalui mekanisme potensi mendapat hadiah penghargaan atau juga konsekuensi negatif yang mengikuti kebiasaan tersebut. Jika sebuah perbuatan diberikan apresiasi, biasanya pola itu akan terus berulang dan pada akhirnya akan menjadi bagian dari budaya itu sendiri. Sebagai contoh, seorang manajer yang tidak gengsi memberikan ucapan terima kasih secara langsung kepada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik, biasanya memperbesar kemungkinan hal positif tersebut terulang lagi.

III. INTERAKSI BUDAYA
Karyawan mempelajari budaya perusahaan melalui interaksi dengan karyawan lainnya. Mereka melihat dan merasakan sendiri kebiasaan dan penghargaan yang dialami oleh karyawan lain. Seorang pelamar kerja yang baru dapat langsung mengalami dan menilai budaya perusahaan anda, apakah dia cocok atau tidak, ketika sedang diwawancara atau bahkan ketika mendengar nada cara bicara dalam panggilan telepon dari HRD anda.

IV. SUB-KULTUR KOLEKTIF
Banyak karyawan berarti juga banyak keinginan dan kebutuhan. Dalam beberapa kasus, kadangkala karyawan lebih menghargai apresiasi dalam bentuk yang berbeda dari perkiraan manajemen. Dalam konteks ini lah terbentuk istilah Sub-Kultur, contoh misalnya seorang karyawan lebih menghargai pujian dari sesama rekan kerja daripada atasan atau gembira karena kebutuhan bersama dalam satu departemen dipenuhi oleh perusahaan.

V. MANUSIA MEMBENTUK BUDAYA
Kepribadian dan pengalaman orang-orang dalam organisasi lah yang membentuk budaya. Beberapa contoh misalnya, jika sebagian besar karyawan dalam suatu perusahaan adalah orang-orang yang riang dan mudah bergaul, maka budaya yang terbentuk biasanya lebih terbuka dan tidak kaku. Jika suatu perusahaan banyak menyimpan dan memajang barang-barang yang berhubungan dengan sejarah jatuh bangun berdirinya perusahaan, maka karyawan biasanya membangga-banggakan latar belakang perusahaan. Namun jika banyak isu-isu negatif tentang perusahaan dibiarkan walaupun telah dikeluhkan berulangulang oleh karyawan, maka biasanya budaya negatif – yang sulit sekali dihilangkan – akan mengambil alih.

VI. BUDAYA KOMPROMI
Satu orang tidak bisa menciptakan budaya sendirian. Perubahan budaya adalah proses yang saling melengkapi dan melibatkan seluruh elemen perusahaan. Para pemimpin memimpin melalui pembuatan strategi arah perusahaan dan penerapan sistem pengembangan, namun karyawan harus selalu disosialisasikan untuk mau mengambil tanggung jawab bersama-sama.

VII. BUDAYA SULIT BERUBAH
Perubahan budaya berarti pula merubah kebiasaan, dan kenyataannya bagi beberapa orang hal tersebut menjadi teramat sulit. Hal-hal yang bisa membantu proses tersebut adalah ketekunan, disiplin, keterlibatan karyawan, ketulusan, pengertian, pengembangan organisasi dan pelatihan yang konsisten.

Idealnya, budaya perusahaan seharusnya mendukung suatu lingkungan kerja yang positif dan produktif. Karyawan yang bahagia belum tentu berarti mereka juga produktif, begitu pula dengan karyawan yang produktif belum tentu mereka juga yang bahagia. Maka adalah penting untuk menemukan aspek budaya yang dapat mendukung kualitas kerja dan hidup karyawan anda. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan salam hangat dari MultiClean Services Indonesia. (AH)

Danang Sukma Website Design Freelance dari Surabaya Indonesia membantu Anda membangun bisnis online dengan mengintegrasikan sebuah CMS (Wordpress, Joomla, Drupal) dalam Website Design Anda, sehingga bisa sangat menghemat waktu dan uang, mengurangi biaya pemeliharaan, dan Design Website Anda akan lebih mudah dikenali Google.